Ghatan Saleh Terseret Kasus Hukum Lagi

Jakarta – Sosok Ghatan Saleh kembali ramai dibahas di media sosial setelah dilaporkan ke polisi usai diduga menembak sebuah ruko di Jatinegara, Jakarta Timur.

Mantan suami Cut Keke dan Dina Lorenza itu dikabarkan kabur setelah melepaskan 3 tembakan setelah berselisih dengan seorang pria bernama Mohammad Andika Mowardi (32).

Dilansir dari detiknews, disebutkan Ghatan melepaskan tembakan ke halaman ruko lantai satu, saat Andika tengah berada di lantai dua. Tak hanya itu saja, Ghatan juga sempat mengarahkan senjata apinya itu ke arah korban

“Perselisihan aja, perselisihan dikit aja. Perselisihan urusan kerjaan atau saya ada kata-kata nggak enak ke dia di awal. Yang pasti urusan kerjaan,” kata Andika saat dihubungi, Selasa (27/2/2024).

Ini bukan pertama kali Gathan Saleh terjerat masalah hukum. Ghatan Saleh pernah terjerat kasus kepemilikan senjata api, narkoba, hingga penganiayaan.

Pada Desember 2019, Ghatan Saleh Hilabi terjerat kasus dugaan penganiayaan terhadap asisten Nathalie Holscher, Stefano Ellya atau Fano. Tuduhan itu terjadi semula karena Fano berupaya melindungi Nathalie Holscher yang digoda Ghatan Saleh saat berada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Tak terima dihalangi, Ghatan Saleh disebut menganiaya Fano hingga mengalami luka parah di kepala.

Namun, kasus ini berakhir damai dengan adanya kesepakatan antara Ghatan Saleh dan Fano. Ghatan Saleh sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Setelah adanya perdamaian, kasus hukum Ghatan Saleh atas dugaan penganiayaan itu dihentikan.

Ghatan Saleh juga sempat ditangkap oleh polisi Polres Purwakarta, Jawa Barat karena kasus narkoba pada 3 Februari 2021. Gathan Saleh ditangkap di sebuah villa yang berada di kawasan Wanayasa, Purwakarta.

Ghatan ditangkap bersama pria berinisial F. Polisi juga menemukan barang bukti berupa ganja seberat 5,8 kilogram dan sabu seberat 0,49 gram.

“Ganja dalam kemasan bal seberat 5,8 kilogram dan sabu seberat 0,49 gram,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Rudy Ahmad Sudrajat saat dikonfirmasi, Kamis (4/2/2021).

Selain ganja, polisi juga menemukan senjata api merek Glock 17 Austria. Ada juga 73 butir peluru yang diamankan oleh mantan suami Dina Lorenza itu.

“Peluru Cal 9 milimeter sebanyak 73 butir,” jelas Kombes Rudy Ahmad Sudrajat.

Kata Konsumen Soal Suzuki Jimny 5 Pintu Buatan India

Jakarta – Suzuki Jimny 5 pintu resmi hadir di Indonesia. Mobil SUV kompak ini diluncurkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 beberapa waktu lalu. Beda dengan Jimny 3 pintu yang diproduksi di Jepang, Jimny 5 pintu dirakit di India. Apakah perbedaan negara produksi ini jadi pertimbangan konsumen sebelum membeli Jimny 5 pintu?

Afif, salah satu peminat Suzuki Jimny 5 pintu mengatakan, tidak ada masalah dengan Jimny 5 pintu yang diproduksi di India. Sebab Jimny 5 pintu adalah produk global, maka seharusnya secara kualitas sama seperti Jimny 3 pintu yang diproduksi di Jepang.

“Saya nggak tahu sebenarnya perbedaannya di mana, cuma harusnya dengan pabrikan (Suzuki) yang sama, harusnya nggak banyak masalah (soal kualitas) sih,” terang Afif, ditemui di arena IIMS 2024, JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Pandangan berbeda diutarakan Budi dan Deni. Menurut mereka berdua, Suzuki Jimny 3 pintu buatan Jepang lebih meyakinkan secara kualitas, mengingat standar di Jepang sangat tinggi.

“Modelnya lebih suka ini (Jimny 5 pintu), karena lebih luas. Tapi (kalau harus beli) saya mending (beli) yang (buatan) Jepang,” ujar Budi.

“Kalau buat saya, Jepang lebih terpercaya kali ya dibanding India. Jadi meragukan juga, kalau inden setahun, terus dari India lagi. Kalau yang 3 pintu, inden lama sudah pasti dapat yang Jepang. Jadi kalau harus memilih, kayaknya saya jadi lebih pilih Jimny 3 pintu, meski kabinnya memang lebih sempit,” timpal Deni.

Sebagai informasi Suzuki Jimny 5 pintu ditawarkan dalam empat varian, yakni Jimny 5 Pintu MT (Single Tone) Rp 462.000.000, Jimny 5 Pintu MT (Two Tone) Rp 465.000.000, Jimny 5 Pintu AT (Single Tone) Rp 475.600.000, Jimny 5 Pintu AT (Two Tone) Rp 478.600.000.

Momen Sri Mulyani Salaman dengan Prabowo di Sidang Kabinet

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengikuti sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta. Sebelum sidang, Sri Mulyani sempat bersalaman dengan Menhan Prabowo Subianto.

Pantauan di Istana Negara, Senin (26/2/2024), tampak Sri Mulyani berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Mendagri Tito Karnavian. Sesekali ketiganya tersenyum dan tertawa.

Setelah beberapa saat, Airlangga dan Tito meninggalkan Sri Mulyani untuk duduk di tempat masing-masing. Sri Mulyani pun duduk.

Di depannya ada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan yang tengah berbincang. Prabowo kemudian pamit ke Luhut untuk duduk. Luhut membalasnya dengan sikap hormat.

Prabowo duduk di sebelah kanan Tito. Sementara itu, Sri Mulyani duduk di sebelah kiri Tito.

Luhut berjalan mengarah ke tempat duduk Tito. Kemudian ia menyalami sejumlah menteri, dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia Abdul Halim Iskandar; hingga Sri Mulyani.

Sri Mulyani berdiri dan bersalaman dengan Luhut. Setelah itu, Sri Mulyani menghampiri Prabowo Subianto yang sedang duduk. Begitu melihat Sri Mulyani datang menghampiri, Prabowo bangkit dari duduknya dan bersalaman.

Sisi Lain AHY yang Jadi Menteri ATR: Suka Mobil Gagah dari Navara sampai Jimny

Jakarta – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi dilantik menjadi Menteri ATR/BPN. Menilik sisi lain AHY, putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu merupakan pencinta mobil gagah dari pikap double cabin hingga SUV offroad.

Dalam beberapa kesempatan, AHY memilih mengendarai mobil double cabin. Beberapa waktu lalu AHY bercerita kecintaannya kepada mobil pikap kabin ganda Nissan Navara untuk beraktivitas.

“Sebelum bisa membeli Nissan Navara, mobil pertama yang saya beli adalah kendaraan bekas, Kijang Kapsul keluaran tahun ’90-an akhir. Tapi mobil ini tidak hanya dipakai sendiri. Saya mempersilakan para anggota memakai mobil tersebut jika ada yang sakit atau ada istri anggota yang mau melahirkan. Karena saat itu ditugaskan di Batalyon Infanteri Lintas Udara Kostrad 305/Tengkorak di Karawang, Jawa Barat,” cerita AHY seperti dimuat detikOto pada 2020.

Dari Kijang Kapsul, AHY beralih ke Suzuki Escudo keluaran tahun 2000-an awal. Ini merupakan kendaraan yang banyak dipakai perwira TNI pada saat itu. Selang beberapa tahun, AHY mengganti mobilnya dengan pikap double cabin Mitsubishi Strada L200 warna hitam. AHY melakukan modifikasi mobil itu agar terlihat lebih gagah.

“Saat bertugas di Kostrad, kendaraan Komandan Batalyon pada waktu itu adalah KIA Sportage, yang dibeli dari hasil pengadaan tahun 2000-an. Double cabin yang saya gunakan menjadi bahan percakapan dan menginspirasi para atasan, karena sukses memodifikasinya seperti kendaraan pasukan perdamaian PBB Kontingen Garuda (2006-2007),” kata AHY.

Karena melihat modifikasi yang dilakukan AHY, waktu itu Mabes TNI memilih Mitsubishi Strada L200 double cabin sebagai kendaraan dinas bagi para perwiranya dan komandan satuan. Namun AHY sempat mengendarai double cabin merek Isuzu OZ saat bertugas sebagai Kepala Seksi Operasi tahun 2011 di Brigif Lintas Udara-17/Kujang, Pasukan elite di jajaran Kostrad.

“Mobil Isuzu OZ ini lungsuran dari kendaraan dinas Komandan Brigade,” AHY menambahkan.

Selanjutnya ketika AHY ditugaskan menjadi Komandan Batalyon Infanteri 203/Arya Kamuning di Tangerang (2015-2016), sebagaimana para Komandan Batalyon lainnya, ia diberi fasilitas kendaraan dinas dari TNI merek Mitsubishi Triton double cabin warna hijau.

Menjelang akhir tahun 2016, AHY mengambil keputusan untuk mundur dari dinas militer aktif, dan bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Tapi kecintaanya pada mobil garang tidak berubah. Ia memilih Nissan Navara double cabin yang kemudian dimodifikasi sehingga menjadi lebih gagah. Nissan Navara dijadikan sebagai kendaraan kampanye saat itu.

Ketika ikut Pilkada DKI Jakarta 2017, AHY memberikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Data LHKPN yang disampaikan AHY pada tahun 2016 itu mencatat, Ketua Umum Partai Demokrat tersebut memiliki mobil Toyota Vellfire tahun 2012.

AHY juga pernah kedapatan menggunakan SUV bongsor Toyota Land Cruiser hitam bernomor polisi B 2024 AHY. Toyota Land Cruiser dengan tipe 200 STD AT itu dibuat pada tahun 2012. Mobil SUV ini bermesin diesel kapasitas 4.500 cc.

Tak cuma itu, AHY juga kepincut kegagahan sebuah Suzuki Jimny yang ikonik. Pada 2021 lalu, AHY bernostalgia di jalanan Kota Bandung menggunakan Suzuki Jimny bersama istrinya.

“Salam dari Bandung. Jalan-jalan sama istri tercinta @annisayudhoyono mengenang masa-masa pertama kenalan di Kota Kembang, sambil nyetir mobil Jimny,” tulis Agus dalam akun instagram pribadinya.

Dalam foto yang diunggah, Suzuki Jimny yang dikemudikan Agus berpelat B-10-AHY merupakan lansiran tahun 2019. Mobil ini diketahui generasi keempat dari Suzuki Jimny yang meluncur pada GIIAS 2018 lalu.

Tampak beberapa modifikasi kecil dari Suzuki Jimny kelir coklat muda metalik yang dimiliki Agus. Terlihat dari penggunaan ban dengan profil lebih lebar, penambahan roof rail, bull bar, dan bendera bertuliskan Overlanding Indonesia.

Dikutip dari Antara, AHY pertama kali menjajal Jimny saat mengunjungi pameran kendaraan GIIAS 2018. Diketahui dia perlu inden lebih dari setahun untuk bisa memperolehnya.

Raihan Suara Clarissa Tanoesoedibjo hingga Anak Hatta Rajasa

Bandung – Anak petinggi partai hingga eks pejabat mewarnai pertarungan caleg DPR RI dari dapil Jawa Barat I yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi.

Mereka harus bersaing dengan para kader dari partai yang sama untuk berebut suara. Selain itu, mereka juga harus berebut dengan caleg dari partai lain.

Perolehan suara sementara mereka pun sudah diketahui di laman pemilu2024.kpu.go.id. Hingga Selasa 20 Februari 2028 pukul 15.00 WIB sudah 54,46 persen suara yang masuk atau 4.893 dari 8.984 TPS. Berikut ini raihan suara mereka:

1. Rasyid Rajasa
Rasyid Rajasa maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) dari dapil Jawa Barat I. Sejauh ini, ia sudah mengumpulkan 16.628 suara.

Jumlah suara tersebut adalah yang terbanyak di antara para caleg DPR RI dari PAN. Rasyid sendiri merupakan anak Ketua Majelis Penasihat PAN dan eks Menteri Perhubungan Hatta Rajasa.

2. Chairul Yaqin Hidayat
Chairul Yaqin Hidayat adalah anak mantan Menteri Perindustrian di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu, kakek buyutnya adalah H.O.S. Tjokroaminoto yang merupakan pemimpin Sarekat Islam.

Ia merupakan petahana DPR RI dari Partai Demokrat. Kini, ia kembali maju dari partai yang sama di dapil Jawa Barat I.

Pria yang akrab disapa Ruli itu sudah meraih 5.926 suara. Jumlah ini adalah terbanyak ketiga di antara para pesaingnya di Partai Demokrat. Di atas Ruli ada Agung Budi Santoso (9.529 suara) dan H Fathi (13.009 suara).

3. Clarissa Tanoesoedibjo
Clarissa Tanoesoedibjo adalah anak dari Ketum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo. Untuk pertama kalinya, ia maju sebagai caleg DPR RI dari dapil Jawa Barat I.

Hasilnya, ia baru meraih 2.620 suara. Di antara para pesaingnya di Partai Perindo, Clarissa jadi pemilik suara terbanyak. Namun jika dibandingkan caleg dari partai lain, jumlah ini tergolong minim.

Caleg PPP Bangkalan Ngamuk di Kantor Kecamatan Gegara Kesal Suara Berkurang

Caleg PPP Sampang ngamuk di Kantor Kecamatan.

Jakarta – Caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Sonhaji, mengamuk di Kantor Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Dia mengamuk karena merasa perolehan suara miliknya turun drastis dari perolehan awal.
Dilansir detikJatim, Sabtu (24/2/2024), Sonhaji mengamuk di hadapan para petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Aksinya itu terekam video sejumlah pendukungnya yang turut mendatangi kantor kecamatan yang juga menjadi sekretariat PPK Kwanyar.

Pria yang masih aktif sebagai anggota Komisi D DPRD Bangkalan ini datang bersama puluhan pendukungnya kemudian melakukan aksi di depan kantor kecamatan. Tidak lama kemudian mereka bertemu dengan 5 anggota PPK Kwanyar.

“Saya ingatkan jangan sekali-kali mengubah perolehan suara DPRD Bangkalan, karena kalian akan berhadapan dengan saya dan nyawa taruhannya,” kata Sonhaji, Jumat (23/2).

Sonhaji yang duduk berhadapan dengan 5 anggota PPK itu sempat emosi dan menggebrak meja. Dia kesal karena suaranya turun drastis dari perolehan awal. Ia meminta agar tidak ada penggeseran suara terutama yang berkaitan dengan perolehannya.

“Jangan pernah menggeser suara Sonhaji,” imbuhnya.

Simak selengkapnya di sini.

(fas/fas)

Respons Menohok NasDem, Sebut Ganjar Tak Pantas Lontarkan Hak Angket

Jakarta – Wakil Ketua Umum (Waketum) NasDem Ahmad Ali turut merespons usulan hak angket yang dilontarkan calon presiden (capres) nomor urut 03 Ganjar Pranowo. Ganjar berkeinginan agar partai pengusungnya di DPR menggulirkan hak angket untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024.

Ali menilai Ganjar tidak pantas melontarkan pernyataan tersebut saat pemilu sudah selesai. Menurutnya, Ganjar seharusnya sudah berbicara terkait dugaan kecurangan itu sebelum pencoblosan.

“Pak Ganjar menurut saya tidak pantas bicara itu karena dia kan menjadi orang yang kalah. Kenapa inisiatif itu nggak dilaporkan di awal? Menurut saya kalau terjadi kecurangan bukan baru sekarang, ini sudah terjadi sebelum pencoblosan. Aneh saja kalau baru sekarang dia bicara, aneh aja menurut saya kalau baru sekarang kita bicara tentang kecurangan,” ujar Ahmad Ali, Jumat (23/2/2024), seperti dikutip dari detikNews.

Meski begitu, Ali menyebut hak angket adalah mekanisme yang bisa ditempuh oleh DPR. Dia menegaskan hak angket dilakukan oleh DPR dan bukan seorang capres.

“Hak angket adalah hal yang sah kalau dilakukan parpol, ini hak DPR bukan hak capres. Kecuali Pak Muhaimin kan ketua partai, kecuali lain-lain harus konsul sama parpol dan pengusungnya,” imbuh Ali.

Ahmad Ali menjelaskan sikap NasDem saat ini masih ingin mendengar sikap PDIP terkait wacana hak angket tersebut. “Sampai hari ini kami belum dengar sikap PDIP. Kemarin Pak Sekjen NasDem kan sudah menyampaikan pernyataannya kan, mendukung (angket) tapi menunggu PDIP,” katanya.

Sebelumnya, Ganjar mengungkapkan hak angket yang merupakan hak penyelidikan DPR menjadi salah satu upaya untuk meminta pertanggung jawaban KPU dan Bawaslu terkait penyelenggaraan Pilpres 2024. Ia menduga pelaksanaan Pilpres sarat kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

“Jika DPR tak siap dengan hak angket, saya mendorong penggunaan hak interpelasi DPR untuk mengkritisi kecurangan pada Pilpres 2024,” kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Senin (19/2/2024).

Diketahui, partai pengusung Ganjar yang berada di DPR ialah PDIP dan PPP. Menurutnya, usulan untuk mengajukan hak angket di DPR, dalam hal ini PDIP dan PPP, telah disampaikan dalam rapat TPN, pada Kamis (15/2/2024).

Nggak Bisa Dibeli Sembarang Orang, Segini Harga Mobil Dinas Menteri

Jakarta – Sejak tahun 2019, menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju telah menggunakan mobil dinas baru berupa Toyota Crown 2.5 HV G-Executive. Berapa harganya?

Menteri di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo periode 2019-2024 menggunakan mobil dinas Toyota Crown 2.5 HV G-Executive. Mobil dinas tersebut menggantikan Toyota Crown Royal Saloon yang sudah berumur 10 tahun.

Pemilihan mobil dinas baru dilakukan melalui mekanisme tender umum dengan menggunakan sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) atau online. Prosesnya juga telah dikonsultasikan dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP).

Hingga akhirnya terpilih PT Astra International Tbk-TSO sebagai pemenang untuk menyediakan 101 unit kendaraan Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid yang digunakan untuk para menteri anggota kabinet dan pejabat tinggi lainnya. Toyota Crown Hybrid ini hanya didatangkan khusus untuk pejabat RI.

Dalam catatan detikOto, mobil buat menteri ini punya harga Rp 1,5 miliar. Harga tersebut sudah termasuk biaya pajak yang membebaninya.

Di balik dapur pacunya, Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid mengusung mesin berkode A25-FXS. Mesin berkapasitas 2.487 cc Dynamic Force Engine itu bisa menyemburkan tenaga 184 PS pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 221 Nm pada 3.800-5.400 rpm. Untuk tenaga listrik, Toyota Crown mengaplikasikan electric motor dengan power143 PS dan torsi 300 Nm sejak pedal gas diinjak. Menggunakan transmisi Electronically Controlled CVT, sedangkan baterai memakai jenis Nickel-metal Hydride (Ni-MH).

Sinergi antara motor listrik dan motor bakar lewat kendali HSD II yang efisien membuat mobil dengan radius putar 5,3 meter ini mencatat konsumsi bensin yang efisien. Menggunakan standar pengetesan JC08, konsumsi bahan bakarnya sekitar 20,8 km/L. Selain lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar, Toyota Crown juga memiliki emisi yang rendah yang menjadikannya lebih ramah lingkungan yaitu 112.0 g/km.

Fitur sedan ramah lingkungan ini terbilang lengkap. Mulai dari SRS airbag pada driver and passenger seat, driver knee, driver and passenger side dan curtain shield pada kabin depan dan belakang, termasuk sasis TNGA yang diperkuat di beberapa sisi untuk meredam dampak tumbukan. Toyota juga sudah membekali Crown 2.5 HV G-Executive ini dengan Toyota Safety Sense 2.0.

Meski sudah disediakan pemerintah, tidak ada kewajiban bagi menteri menumpangi mobil tersebut. Menteri diperbolehkan untuk menggunakan mobil pribadi meski untuk berdinas.

“Tidak diatur atau belum ada ketentuannya, yang diatur bahwa Setneg bertugas menyediakan fasilitas mobil dinas tersebut,” kata Sekretaris Kemensetneg Setya Utama pada tahun 2019.

Mayor Teddy, Bobby Kertanegara, dan Kemenangan Prabowo-Gibran

Rasanya tidak terlalu berlebihan bila dalam pidato menanggapi hasil Quick Count Pilpres 2024 (14/2/2024), Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming mengucapkan terima kasih secara khusus kepada anak-anak muda.

“Kami tidak mengira angka dari quick count setinggi ini. Saya yakin ini angka-angka yang tinggi karena anak muda semua,” ujar Gibran dalam pidatonya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada anak-anak muda yang merupakan pendukung sangat kunci bagi saya,” ungkap Prabowo dalam tambahan pidatonya setelah Gibran, sebelum menutup acara.

Hal ini sejalan dengan data Exit Poll Litbang Kompas yang menyebut Gen Z (di bawah 26 tahun) menjadi penyumbang suara terbesar bagi pasangan Prabowo-Gibran sebesar 65,9 persen, diikuti pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (16,7 persen) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD (9,6 persen).

Data sama dari Exit Poll Litbang Kompas jika dilihat berdasarkan latar belakang pendidikan pemilih juga menunjukkan, pasangan Prabowo-Gibran menguasai pemilih dengan latar belakang pendidikan dasar (SD) sebesar 55,6 persen dan pendidikan menengah (SMP dan SMA) sebesar 57,4 persen.

“Perlawanan” berarti hanya terjadi di pemilih dengan latar belakang pendidikan tinggi di mana Prabowo-Gibran meraih 41,7 persen bersaing dengan Anies-Muhaimin di angka 34,3 persen dan Ganjar-Mahfud 12,6 persen.

Toto Suryaningtyas, Peneliti Litbang Kompas menjelaskan, pemilih Prabowo-Gibran dilihat dari rentang usia, semakin tua maka komposisi jumlah pemilihnya semakin sedikit.

Sebaliknya, pasangan lain Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud semakin tua pemilih komposisi pemilih kedua pasangan ini semakin besar.

Dalam hal inilah kemudian konten-konten “Mayor Teddy” dan “Bobby Kertanegara” mendapatkan konteksnya di kalangan GenZ dan juga pemilih dengan latar belakang pendidikan dasar dan menengah.

Story Telling “Receh”

Yohan Wahyu, Peneliti Litbang Kompas saat membedah hasil Exit Poll Kompas menyampaikan ada korelasi antara Gen Z yang menghabiskan waktu hampir 6 jam di media sosial dengan berbagai gimmick dan narasi yang dikomunikasikan.

Walter Benjamin, filsuf Jerman dalam esai “The Storyteller: Reflections on the Work of Nikolai Leskov” (1936) meyakini bahwa story telling adalah cara efektif untuk membangun komunitas (termasuk pemilih di era pemilu) dan rasa saling percaya.

Dia juga menyampaikan, cerita memungkinkan orang berbagi pengalaman dan pengetahuan, dan untuk membangun hubungan berdasarkan empati dan pemahaman. Itu artinya, ada keterikatan emosional yang dibangun di sana selain pengetahuan.

Inilah kemudian, dari obrolan warung kopi bersama salah seorang teman yang banyak berkutat di bidang riset, sebut saja Bagas, menyebut pilar emosional inilah yang banyak digarap dalam strategi komunikasi para paslon capres dan cawapres.

Lihat bagaimana beredar viral konten tangis emak-emak di Tiktok melihat Prabowo diserang bertubi-tubi oleh lawan debat dalam Debat Capres 2024 (7/1/2024).

Saat itu Ganjar memberikan skor 5 dari 10 dan Anies memberikan skor 11 dari 100 kepada Prabowo sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).

Data Drone Emprit yang mencoba memotret sentimen media sosial X pasca-Debat Capres tersebut justru menunjukkan video emak-emak yang menangisi Prabowo menambah sentimen positif kepada Prabowo.

Jangan lupa, data Exit Poll Litbang Kompas menyebut, pemilih terbesar yang datang dari latar belakang pekerjaan Ibu Rumah Tangga banyak memilih pasangan Prabowo-Gibran (53,9 persen).

Bisa jadi, cerita emak-emak yang ramai-ramai menangisi Prabowo ini mampu mengumpulkan nilai elektoral yang lebih tinggi daripada perdebatan kaum terpelajar terkait sah atau tidak para calon membuka data keamanan dalam debat capres.

Psikologis pemilih kita nampaknya agak sedikit berbeda jika membandingkan debat capres Amerika Serikat. Masyarakat kita sepertinya tidak terlalu bersimpati pada pihak yang agresif menyerang, meski dilandasi dengan argumen kuat, data lengkap dan gaya intelek.

Bisa jadi konten-konten semacam ini tidak disukai kalangan intelektual yang menilai hal semacam ini sebagai gaya komunikasi tidak edukatif dan “receh” di masa Pemilu yang idealnya memaparkan program atau gagasan besar capres dan cawapres.

Emak-emak “Ter-Teddy-teddy”

Relasi benci tapi suka inilah yang juga tergambar dalam gimmick lagu “PAN, PAN, PAN” atau “Gas Ayo Gas”. Secara kognitif mungkin sebagian orang akan berpikir: “lagu apa sih nie!”, namun secara bawah sadar hafal lirik atau bahkan diam-diam jempol kaki ikut bergoyang. Pun demikian ketika muncul film dokumenter menghebohkan “Dirty Vote” di masa tenang kampanye.

Meski berbagai pihak memberikan kredit positif film ini sebagai bentuk panggilan moral merespons situasi yang terjadi terhadap hukum negeri ini, nampaknya belum membuat apa yang disebut “silent majority” oleh banyak pengamat, mengalihkan suara ke pasangan 01 atau 03.

Sebaliknya, foto dan video “heroik” Mayor Teddy, ajudan Prabowo, yang nampak gagah menggendong seorang wanita yang terlihat pingsan di panggung kampanye terakhir Prabowo (10/2/2024) banyak tersebar di berbagai grup WA maupun media sosial.

Bahkan, pengamat politik M. Qodary dalam podcast menyebut Mayor Teddy sebagai “Factor X” atau “Factor T” yang mampu menarik, istilah anak Jaksel, “circle” emak-emak menjadi “ter-teddy-teddy”.

Jangan juga dilupakan Bobby Kertanegara, kucing kesayangan Prabowo. Story telling Bobby nampaknya juga berhasil membangun “circle” tersendiri yang membuat para pemilih memiliki koneksi dan merasa dunia mereka “relate” dengan paslon 02 .

Konten “My Teddy” atau “My Ted” dan kucing gemoy Bobby Kertanegara nampaknya secara narasi berhasil efektif mencuri panggung dari kejutan suara ketokohan (prominence) yang muncul di saat akhir seperti dari Ahok, Butet Kertaraharja, Connie Bakrie, atau bahkan “Dirty Vote”.

Story telling semacam ini diyakini lebih efektif dalam membangun ikatan “circle” dan konteks daripada sekadar menempelkan gimmick-gimmick seperti “slepet”, “wakanda no more”, atau “sat-set”.

Pertanyaan menggelitiknya: apakah semua jalinan story telling dari tangisan emak-emak, My Ted dan kucing gemoy Bobby merupakan konten yang menyebar secara organik dan spontan, atau sesuatu yang by design terencana?

Jika memang kemudian story telling ini direncanakan dan dieksekusi secara matang, maka hal ini menjadi strategi komunikasi brilian nan cemerlang oleh tim yang ada di belakangnya.

Story telling semacam ini menjadi strategi yang keluar dari pakem “rilis” di mana influencer atau buzzer mendapatkan pesan sponsor yang sama sehingga bermunculan narasi mirip-mirip atau bahkan sama antara akun satu dan lainnya di media sosial.

Ironinya, Walter Benjamin dalam esainya yang terkenal itu juga secara tegas menyampaikan story telling tengah mengalami kepunahan karena sisi epik dari kebenaran, kebijaksanaan secara bertahap memudar.

Dulu mendongeng, bak epik pewayangan Mahabarata atau kisah Cinderella menjadi story telling yang terjalin erat dalam jalinan budaya manusia dan menjadi sarana menyampaikan kebijaksanaan, pengalaman, dan pelajaran moral atau nilai hidup berharga.

Di era banjirnya informasi, di mana orang sering kali mencari konten berukuran kecil, apakah konten-konten seperti Mayor Teddy dan Bobby Kertanegara mampu menyisakan sedikit ruang untuk refleksi dan kedalaman? Wallahualam

Simak, Ternyata Begini Cara Rawat Baterai Mobil Hybrid!

Jakarta – Perawatan baterai hybrid pada mobil dengan teknologi hibrida atau Hybrid Electric Vehicle (HEV) ternyata tidak jauh beda dengan perawatan mobil konvensional pada umumnya. Pengguna cukup melakukan servis berkala dan memperhatikan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, maka baterai tersebut akan bertahan sesuai pemakaian kendaraan yang wajar.

Seperti diketahui berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil hybrid tengah meningkat di Indonesia. Misalnya, All New Yaris Cross HEV dan All New Kijang Innova Zenix HEV menjadi dua mobil yang masuk dalam tiga besar paling banyak terjual.

Yaris Cross HEV dilengkapi hybrid engine 2NR-VEX 1.500 cc 4 silinder bertenaga 67 kW dan torsi 121 Nm pada motor bakar, serta tenaga 59 kW dan torsi 141 Nm pada motor listrik. Toyota Hybrid System (THS) mengendalikan kinerja dapur pacu bersama transmisi CVT yang menggerakkan roda depan.

Baterai hybrid berjenis Lithium-Ion di bawah bangku penumpang belakang, tidak mengurangi kapasitas bagasi atau kabin, ditambah kontribusi dalam meningkatkan handling dan menurunkan pusat gravitasi mobil. Baterai ini juga memiliki keunggulan yakni lebih tahan suhu kerja ekstrem dan berukuran lebih kompak.

Di lain pihak, Toyota menyematkan teknologi Toyota Hybrid System pada Zenix Hybrid. Sistem ini mengoptimalkan kontrol produksi tenaga pada motor bakar dan motor listrik, sehingga menghasilkan performa yang superior, efisiensi yang lebih baik, serta rendah emisi.

Mesin TNGA 2.0L berkode M20A-FXS menghasilkan tenaga 152 PS pada 6.000 rpm dan torsi 19,1 Kgm pada 4.400-5.200 rpm. Ketika melaju, kinerja mesin 1.987 cc 4 silinder Dual VVT-i ini diperkuat oleh motor listrik berdaya 113 PS dan torsi 21 Kgm sehingga menghasilkan tenaga gabungan 186 PS pada sistem.

Motor listrik yang compact juga dikembangkan komponen di dalamnya untuk meningkatkan power output. Termasuk, downsized transaxle sebagai penyalur tenaga ke roda depan yang ditingkatkan kinerjanya untuk menyediakan efisiensi terbaik dan lebih senyap ketika beroperasi.

Baterai Ni-MH dikemas dalam paket yang kompak dan disimpan di bawah kedua jok depan tanpa mengurangi ruang di area kabin. Terdapat filter pada tutup saluran udara pendingin baterai, sehingga penumpukan debu di jalur pendinginan dapat ditekan guna mencegah penurunan usia pakai baterai akibat peningkatan suhu.

HEV Toyota lainnya adalah Camry HEV, Corolla Altis HEV, Corolla Cross HEV, dan Alphard HEV. Berbagi platform, Corolla Altis HEV dan Corolla Cross HEV menggunakan mesih serupa 2ZR-FXE 1.798 cc 4-silinder dengan teknologi Dual VVT-i yang sanggup menghasilkan power 98 PS dan torsi 14,5 Kgm. Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga 72 PS dan torsi 16,6 Kgm. Camry HEV dan Alphard HEV juga berbagi mesin yang sama A25A-FXS tapi berbeda output tenaga.

Pada dasarnya, Hybrid EV Toyota meletakkan baterai hybrid di bawah dek penumpang supaya tidak ada intrusi pada area kabin penumpang dan barang. Aplikasi platform Toyota New Global Architecture (TNGA) yang efisien, membuat Toyota dapat ‘menyembunyikan’ baterai hybrid tanpa mengurangi kapasitas dan performanya.

Sekarang timbul pertanyaan, apakah xEV Toyota aman dari serangan banjir?

Sejatinya mobil bermesin konvensional sekalipun tidak dianjurkan untuk melewati jalan banjir lantaran memiliki sistem elektronik yang rentan terkena air. Sehingga disarankan bagi pengguna hybrid vehicle untuk menghindari jalan banjir guna mencegah risiko masalah lebih besar seperti korsleting listrik.

Namun kalaupun terpaksa, HEV Toyota masih aman asalkan ketinggian air banjir masih dapat ditoleransi supaya tidak merusak baterai atau motor listrik. Sebaiknya maksimal tinggi genangan air yang bisa dilewati adalah setengah dari ban mobil. Lebih dari itu, urungkan niat dan silakan mencari rute alternatif lain.

Beda cerita ketika mobil hybrid Anda sudah terendam banjir, khususnya dengan ketinggian air melebihi setengah tinggi ban. Sebaiknya jangan dicoba men-starter atau menyalakan mesin mobil meskipun secara kasat mata aman.

Komponen kelistrikan yang sudah terendam air akan memperburuk kerusakan jika mesin dihidupkan. Posisi motor listrik yang sejajar as roda jelas rawan disusupi air pada komponen elektronik dan seal pelindung motor listrik. Termasuk pula potensi baterai hybrid dan sistem kelistrikannya turut dimasuki air.

Lakukan cek fisik pada motor listrik dan baterai hybrid. Jangan ambil risiko, sebaiknya segera hubungi layanan Emergency Roadside Assistance (ERA) via aplikasi mToyota. Biarkan kondisi mobil apa adanya dan serahkan tugas mengecek kondisi mobil kepada teknisi bengkel resmi Toyota yang qualified.

Banyak pemilik All New Kijang Innova Zenix HEV belum tahu bahwa baterai hybrid-nya disimpan di bawah jok depan. Baterai ini memiliki sistem pendingin berbasis udara (air cooled) yang bekerja dengan cara mengalirkan udara dari kabin ke baterai untuk mempertahankan temperatur penggerak motor listrik tersebut supaya selalu normal.

Agar efektif menyalurkan udara dingin, motor blower bertugas menyalurkan udara dari kabin melalui saluran pendingin (air intake duct) dalam bentuk kisi udara yang terletak di bawah jok penumpang depan. Dalam saluran terdapat filter untuk menahan kotoran supaya tidak terisap masuk.

Pernah ada kasus pelanggan tidak sengaja menutup kisi udara ini sehingga pendinginan baterai terganggu dan suhunya meningkat. Kondisi ini mengakibatkan baterai overheat dan kinerjanya turun. Oleh sebab itu, dilarang menutup air intake duct yang ada di bawah jok penumpang depan Innova Zenix Hybrid apapun alasannya.

Saluran yang tertutup akan mengganggu tugas pendinginan dan memicu indikator peringatan baterai hybrid pada panel instrumen menyala. Anda dapat melakukan pemeriksaan awal pada air intake duct, tetapi kalau tidak menemukan sumber penyebab di sana, segera bawa mobil ke bengkel resmi Toyota untuk pengecekan lebih detail.

Jika rusak, baterai tidak dapat menyimpan listrik yang dihasilkan oleh motor generator saat charging. Ketika kondisi pengisian berada di bawah nilai yang ditetapkan oleh sistem, maka mesin bensin akan hidup secara terus menerus sebagai sumber tenaga utama kendaraan yang membuat motor listrik non aktif. Jika dibiarkan jelas akan merugikan akibat konsumsi bensin boros dan ada risiko kerusakan menjalar ke komponen lainnya.

Solusi Merawat Baterai Mobil Hybrid Toyota

Sama dengan mobil konvensional, tidak ada yang berbeda pada perawatan berkala mobil hybrid Toyota. Pelanggan cukup melakukan servis berkala dan memperhatikan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, maka baterai tersebut akan bertahan sesuai pemakaian kendaraan yang wajar.

Serahkan perawatan baterai dan perangkat pendukung lainnya dengan servis berkala di bengkel resmi Toyota. Ada proses pembersihan secara berkala saringan saluran pendingin dan cooling blower filter sebagai penyaring udara yang akan dialirkan untuk mendinginkan baterai, serta cairan pendingin inverter pada Innova Zenix.

Ada kemungkinan perbedaan spesifikasi dan cara perawatan baterai hybrid pada xEV Toyota lainnya. Anda dapat berdiskusi dengan service advisor bengkel resmi Toyota untuk mempelajari cara menjaga kondisi baterai hybrid supaya optimal supaya tahan lama.

Toyota menghadirkan program T-CARE yang memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam melakukan servis berkala dengan memberikan bebas biaya jasa dan parts sebanyak 7x servis (dari servis berkala ke-1 hingga ke-7, maksimal 3 tahun / 60.000 km) termasuk untuk xEV Toyota, ditambah keuntungan perpanjangan Toyota Warranty (Extended Warranty) 1 tahun / 20.000 km di seluruh bengkel resmi Toyota di Indonesia.

Selama 3 tahun, pemilik Hybrid EV Toyota tidak perlu menyiapkan budget untuk biaya jasa dan parts ketika servis berkala dan hanya biaya perbaikan mobil jika ada kerusakan. Itupun masih ditambah warranty baterai hybrid selama 8 tahun atau 160.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.