Hilirisasi Batu Bara, Potensi Tak Sejalan dengan Realisasi

Industri pertambangan merupakan dunia kerja yang identik dengan karakter maskulin dan secara alamiah pekerjanya lebih cocok untuk kaum laki-laki. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Pemerintah terus menggenjot program hilirisasi tambang sebagai upaya peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Untuk merealisasikan proyek tersebut terdapat beberapa kendala yang harus dilalui.

Meskipun memang, tantangan yang bakal dihadapi tentunya tidaklah mudah. Dalam catatan CNBC Indonesia, Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Irwandy Arif mengatakan bahwa terdapat tantangan dalam implementasi hilirisasi batu bara di dalam negeri.

Persoalan pertama yang dihadapi adalah terkait peran dari teknologi.

Kemudian, kendala kedua yakni Indonesia tidak memiliki industri manufaktur untuk mengkonstruksi fasilitas pengolahan dan pemurnian untuk hilirisasi batu bara. Padahal Indonesia punya target serta harapan besar dalam hilirisasi batu bara ini.

Untuk diketahui, selama periode 2020-2023 upaya hilirisasi batu bara yang mampu dilakukan Indonesia baru sebatas pembuatan kokas, peningkatan mutu, serta pembuatan briket.

Itu pun volumenya baru berkisar antara 10 ribu ton sampai 1 juta ton per tahun, sangat kecil dibanding total produksi batu bara nasional yang bisa mencapai 600 juta ton per tahun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*