Kapan Harga Beras Turun Jadi Murah? Begini Jawab Badan Pangan

Kapan Harga Beras Turun Jadi Murah? Begini Jawab Badan Pangan

Sejumlah pekerja melakukan bongkar muat beras beras impor asal Vietnam tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (22/1/2023).  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengaku belum bisa memprediksi kapan harga beras akan turun. Hal ini menyusul karena terjadi keterlambatan tanam, sehingga masa panen raya pun diperkirakan akan mundur dari waktu yang seharusnya.

Panel Harga Badan Pangan mencatat, harga beras hari ini, Selasa (5/12/2023) turun masing-masing Rp30 dan Rp20 untuk beras premium dan beras medium. Menjadi Rp14.980 per kg premium dan Rp13.180 per kg medium.

Harga tersebut adalah rata-rata nasional harian di tingkat pedagang eceran, data diakses pukul 15.10 WIB.

Harga beras mengalami kenaikan https://rtpkas138.skin/ sejak bulan Agustus 2022 lalu. Dan melonjak signifikan pada bulan Oktober 2023. Data Panel Harga Badan Pangan menunjukkan, harga di akhir bulan November 2023 memang mulai turun namun masih jauh di atas harga tertinggi tahun 2022.

Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas Budi Waryanto mengatakan, keterlambatan masa tanam dan panen itu karena terjadi musim kemarau panjang, dan musim kemarau itu diprediksi oleh para ahli akan berdampak cukup panjang terhadap penanaman padi yang akan datang.

“Kita kan tahu kalau beras itu ada climate change (perubahan iklim), musim kemarau yang panjang sehingga mempengaruhi ketersediaan, khususnya dari dalam negeri,” kata Budi saat ditemui di Kantor Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) di Jakarta, Selasa (5/12/2023).

“Dan musim kemarau ini seperti diprediksi oleh para ahli kan dampaknya cukup panjang terhadap penanaman yang akan datang. Saya baru 2 minggu lalu dari Semarang dan Jogja itu diperkirakan penanaman baru pertengahan Desember lah,” tambahnya.

Budi mengatakan, apabila masa tanam dan panen berjalan normal, maka panen raya akan terjadi di akhir Februari atau paling lambat Maret. Namun, karena terjadi kemunduran masa tanam, maka panen raya diprediksi baru akan terjadi di April-Mei 2024 mendatang.

“Kalau kita lihat kan, kalau data-data sebelumnya panen raya itu Maret ya, bahkan Februari akhir (atau selambatnya) Maret. Tapi ini kayaknya akan mundur, kemungkinan panennya Apri-Mei,” ujarnya.

Sedangkan di bulan-bulan tersebut, lanjut Budi, ada momen penting yang diprediksi menyebabkan peningkatan konsumsi masyarakat, yakni momen Pemilu 2024, serta hari besar keagamaan nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri.

“Nah itu kan di situ ada 2 kejadian penting ya yang harus kita jaga, hajatan politik dan hari raya, biasanya konsumsi naik. Jadi itu menjadi kondisi alam yang tidak bisa kita lawan. Jadi bagaimana kita membuat suatu policy yang bisa menjaga keterjangkauan,” tutur dia.

Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Budi Waryanto dalam Press Briefing di Kantor Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) di Jakarta, Selasa (5/12/2023).  (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Foto: Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Budi Waryanto dalam Press Briefing di Kantor Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) di Jakarta, Selasa (5/12/2023).  (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Budi Waryanto dalam Press Briefing di Kantor Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) di Jakarta, Selasa (5/12/2023).  (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Sehingga, katanya, hukum supply dan demand akan berlaku, ketika pasokan sedikit maka harga akan merangkak naik. Oleh sebab itu, pihaknya akan berupaya agar menahan harga tidak melonjak naik terus, dan inflasi juga dapat terjaga.

“Maka itu ada kebijakan impor dari Bapanas,” ucapnya.

Budi menyebut pasokan dalam negeri saat ini tidak ideal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga harga itu mengalami kenaikan.

“Tapi kita sudah berupaya dengan berbagai macamnya, seperti impor dan lain sebagainya, sehingga harga bisa dikendalikan. Mudah-mudahan kalau sudah panen itu harga akan mulai membaik,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*