Senasib Dengan ‘Saudaranya’, Laba Panin Sekuritas Anjlok 45%

Pengunjung melintas dan mengamati pergerakan layar elektronik di di Jakarta, Selasa (2/1/2018).

 PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) mencatatkan penurunan laba bersih hingga 45,5% pada kuartal I-2023, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan Keterbukaan Informasi yang dikutip pada Jumat, (28/4/2023), PANS mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk per 31 Maret 2023 sebesar Rp35,2 miliar. Angka ini turun jauh dari periode sama tahun lalu, Rp64,6 miliar.

Adapun pendapatan PANS juga tercatat tertekan, pendapatan bersihnya turun 26,6% menjadi Rp90,93 miliar dari semula Rp123,91 miliar.

Salah satu penyumbang terbesar dari penurunan ini karena Panin Sekuritas mengalami kerugian atas perdagangan efek yang belum terealisasi (unrealized loss) sebesar Rp925,4 juta. Sebelumnya, PANS mencatatkan portofolio cemerlang di tahun lalu dengan keuntungan belum terealisasi sebesar Rp24,5 miliar.

Meski begitu, PANS berhasil memperoleh keuntungan dari perdagangan efek yang terealisasi sebesar Rp890,1 juta, dimana tahun lalu hanya menampung Rp30,09 juta, Selain itu pendapatan juga dibantu oleh hasil kegiatan manajer investasi yang meraup Rp44,5 miliar, 13,8% lebih tinggi dari tahun lalu.

Meski pendapatan turun, beban usaha PANS malah membaik dari tahun sebelumnya. Tercatat, beban pokok penjualan emiten Panin Group ini berkisar di angka Rp44,43 miliar, dari tahun lalu Rp48,86 miliar, atau turun 9,1%.

Aset perusahaan tercatat turun menjadi Rp2,11 triliun, dengan liabilitas Rp479,3 miliar. Namun, Ekuitas perusahaan tercatat naik menjadi Rp2,11 triliun.

Seiring laporan kinerja ini, saham PANS bergerak 0,28% per perdagangan Kamis, (27/4/2023). PANS situtup di angka Rp1.795 per helai, dan membukukan market cap sebesar Rp1,29 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*